The Hunny Bunnies!
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
The Girls Room
Jeng Nad's
Fashion Corner!
today's outfit
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
The Neighbourhood
Bau susu, Bau dapur, Dasteran, Rambut kusut tak tersisir, Sedikit strechmark di perut, & banyak di paha, hiks Begadang nunggu suami lembur, Teriak-teriak nyuapin makan, Nyuri-nyuri waktu untuk menulis, Menutup transaksi bisnis via internet, Sambil deg-degan, takut ketiduran karena cape' .......... Aaah...Me & my everyday life, Loving it, Alhamdulillah ;-)

BundaInBiz
Saturday, February 19, 2005
Indahnya Senyuman
Ugh, rasanya ini yang namanya darah sudah sampai ke ubun-ubun! Pekerjaan di kantor tidak ada yang beres, kena semprot atasan, mobil yang tidak bisa langsung di starter saat mau pulang, dan sekarang…kemacetan Jakarta yang luar biasa membuat habis kesabaran!

Setelah 2 jam berlalu -- yang seharusnya bisa ditempuh dalam 45 menit saja – akhirnya mobil ini pun memasuki kompleks perumahan -- yang katanya kota taman tapi kini lebih lebih banyak gedungnya daripada pohonnya itu. Rasaya saya semakin tidak peduli waktu, hari sudah sangat sore dan yang paling ingin saya lakukan adalah mandi, makan, dan tidur!!

Sedikit lagi..sebentar lagi sampai…setelah perempatan ini…daan..saya agak melambat melihat seorang ibu tengah kesusahan untuk menyebrang jalan karena mobil-mobil yang lewat tidak satu pun yang memperlambat laju kendaraannya. Akibatnya si ibu harus maju mundur berkali-kali.

Entah terpaksa entah tidak, saya tidak tahu. Tapi akhirnya saya me rem sedikit demi sedikit sehingga ketika saya tiba beberapa meter dari ibu itu, saya berhenti sama sekali dan membiarkan si ibu berjalan menyeberang. Si ibu pun melenggang dengan santai dan…ia berhenti persis di depan mobil saya, menoleh, lalu…tersenyum.

Rasanya itu senyum terindah dan paling tulus yang pernah saya saksikan. Lebih indah dari senyum pacar saya yang ganteng. Ucapan terima kasih lewat senyum yang diberikan sang ibu (yang setelah dekat terlihat bahwa beliau kira-kira seumur ibu saya)…rasanya betul-betul menjadi penyejuk hati yang telah kepanasan sepanjang hari atas masalah-masalah yang kini tampak sangat sepele. Ucapan terima kasih yang begitu sederhana tapi membuat saya mampu untuk menyetir kembali dengan tenang, tidak peduli dengan klaksonan-klaksonan supir jakarta yang tidak sabar di belakang saya.

Sejak itu saya berjanji untuk insyaAllah, selalu tersenyum pada siapa saja. Teman-teman mungkin hanya melihat saya yang over ramah bahkan kecentilan. Pacar melihatnya sebagai saya yang semakin cantik. Mama saya melihatnya sebagai bentuk balas budi. Petugas tol terkadang menganggap saya aneh walaupun kadang membalasnya. Anak-anak pengamen menjadi teman ngobrol saya sejenak di lampu merah dan saya tidak perlu khawatir mobil saya digaret walaupun saya tidak memberi mereka uang. Hanya dengan tersenyum.


posted by Isya & Ayya 10:10 PM  

1 Comments:

At 8:16 AM, Blogger jengnadnet & isya-ayya said...

tes comment

 

Post a Comment

<< Home


Home
The Grown Up Room




BlogFam Community

The Hellos ;-)
Name :
Web URL :
Message :