The Hunny Bunnies!
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
The Girls Room
Jeng Nad's
Fashion Corner!
today's outfit
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
The Neighbourhood
Bau susu, Bau dapur, Dasteran, Rambut kusut tak tersisir, Sedikit strechmark di perut, & banyak di paha, hiks Begadang nunggu suami lembur, Teriak-teriak nyuapin makan, Nyuri-nyuri waktu untuk menulis, Menutup transaksi bisnis via internet, Sambil deg-degan, takut ketiduran karena cape' .......... Aaah...Me & my everyday life, Loving it, Alhamdulillah ;-)

BundaInBiz
Monday, February 21, 2005
Menyesal
Beberapa hari yang lalu saya sedang dalam perjalan dari rumah di Bintaro menuju daerah Pondok Indah. Seperti biasa, saya menyetir mobil melewati jalan Deplu Raya. Saat itu, jalanan lumayan macet -- padat merayap -- kalau kata laporan lalu lintas, dan panas terik, padahal hari sudah sore. Kira-kira beberapa meter dari belokan jalan Deplu yang pertama, ada seorang bapak tua yang berjalan terseok-seok dibantu oleh cucunya (saya hanya menebak) yang berseragam SMP.


Karena jalanan sedang macet dan akhirnya berhenti sama sekali untuk beberapa menit, saya sempat memperhatikan terus si bapak tua tersebut. Dan, Ya Allah, tidak berapa lama si Bapak akhirnya terduduk dengan raut muka kesakitan dan terus memegangi dadanya sementara si anak pun tidak bisa berbuat apa-apa, hanya memegangi bahu si Bapak dan memandang kearah mobil-mobil yang terus berjalan dengan lambat...


Saat itu terlintas dipikiran saya untuk memberikan tumpangan kepada Bapak tua tersebut, namun entah mengapa, tidak saya lakukan. Mungkin, pikir saya sekaligus berharap, salah satu dari mobil-mobil lain yang ada disepanjang jalan tersebut yang akan memberikan tumpangan....namun, sampai akhirnya Si Bapak menghilang dari pandangan saya nampaknya tidak satu mobil pun yang berhenti...termasuk saya.Kira-kira seratus meter...perasaan bersalah saya semakin terasa...akhirnya ditengah kemacetan saya pun memutuskan untuk berbalik, ditemani pandangan merengut dari pengemudi-pengemudi lain yang kesal karena saya menghambat jalan mereka.


Tapi saya berusaha "cuek" sambil berfikir, ah, saya ini kan mau menolong orang...tapi...ketika saya sampai di belokan tempat saya terakhir melihat Bapak tersebut terduduk kesakitan...beliau dan cucunya sudah tidak ada...susah rasanya menjelaskan perasaan saya saat itu, saya hanya bisa berdoa dan berharap, mudah-mudahan memang ada seseorang yang menolong Bapak tadi...seseorang yang tidak ragu-ragu seperti saya, yang lebih memikirkan "dikejar" waktu daripada menolong orang lain...berharap, saya bisa mengulangi perjalanan tadi...berdoa untuk si Bapak dan cucunya, berdoa...seandainya Bapak tua kesakitan tadi adalah orang yang saya cintai, akan ada manusia sibuk Jakarta yang mau meluangkan waktu dan hatinya untuk memberi pertolongan...tanpa ragu-ragu...
posted by Isya & Ayya 10:25 PM  

0 Comments:

Post a Comment

<< Home


Home
The Grown Up Room




BlogFam Community

The Hellos ;-)
Name :
Web URL :
Message :