
"Kok nggak sama ya dengan kakaknya?"
HE ?? itu yang akhir2 ini aku denger kalo ada yang baru ketemu dengan my baby Ayya...Dan, yang akhir2 ini pengen aku jawab (baca: dengan sedikit berteriak sebetulnya) adalah "SOOOOO...???"
(sigh) Yg jelas aku nggak teriak deng..tapi dengan tersenyum manis aja sebisaku.
My Isya..kulitnya putih...mata sipit.. My Ayya..kulitnya gelap...mata bulat belo' yang lucu... Dan aku tahu, yang paling sering orang tanyakan dengan pertanyaan diatas adalah kenapa Ayya lebih hitam dari isya? Aaarggh..
Apa aku harus setiap kali menerangkan ke mereka kalo Isya ini mirip aku dan Ayya lebih mirip (sangat mirip) ayahnya? Apa aku musti tiap kali crita kalo Oomnya mereka dari aku atau Budenya dari Ayahnya juga berkulit hitam? Apa aku musti nerangin tentang kode genetika super ribet yang menyebabkan adanya perbedaan fisik siblings?
Nope..insyaAllah so far aku nggak 'sepicik' itu kok. Karena aku juga nggak mau Isya dan Ayya-ku terlalu concern dengan masalah2 penampilan fisik somebody...aduh bukan itu...Concernku jauh lebih besar dari masalah diatas.
Aku cuma nggak mau Omongan-omongan seperti itu..pertanyaan2 "innocence" kayak tadi mempengaruhi mereka --aku nggak mau my girls tumbuh dewasa dengan sebuah keharusan bahwa mereka harus sama atau berfikir kenapa mereka berbeda? Aku nggak mau, Isya merasa "lebih" dari Ayya hanya karena kata2 orang2 yg tidak bertanggung jawab mempertanyakan kenapa adik cantiknya tidak berkulit seperti dia. Dan aku nggak mau, Ayya merasa "kurang" hanya karena kata2 orang2 yg tidak bertanggung jawab mempertanyakan kenapa ia tidak sama dengan kakak cantiknya.
dan ini berlaku untuk semua hal kelak insyaAllah.. Cita-cita mereka.. Kesukaan mereka.. Bakat mereka...
Isya ya Isya...Ayya ya Ayya.. (kayaknya aku kebanyakan menggunakan huruf "y" dan "a" nih heheh)
Kata temenku ...sampai besar orang akan selalu membandingkan Nad...Nggak cuma dari fisik..tapi bisa juga dari yang lain. Dan kata suamiku...Itu tugas kita untuk membuat mereka merasa "sama" dalam arti yang positif insyaAllah.
Karena..mereka memang beda.
Aku cuma berharap insyaAllah, mereka sama-sama solehah sama-sama pintar sama-sama mencintai aku dan suamiku sama-sama cantik lahiriah in their own individual ways.. dan banyak "sama-sama" lainnya yang mengarah pada syurga Amin.
jadi kalo ada yang menanyakan lagi, kenapa Ayya beda dengan Isya.. Jawabannya gampang banget, "Apa memang harus sama?"...
Suamiku punya jawaban yang lebih mantebbb.. "Isya edisi Nadia...Ayya edisi gue"
*catatan akhir Ugh jauh bangettt... aku lebih dewasa jelass.. dia lebih childish huehehe.. kalo dulu kita sering samaan baju (at least sampai aku kelas 5 SD dan mulai naksir2an), sekarang ternyata kita masih bisa sama..samaan leot blog maksudnya hehehe... |
0 Comments:
Post a Comment
<< Home