Saya paling bingung kalau ada yang menanyakan mengenai emansipasi wanita atau gerakan2 feminisme. Terkadang terlintas di pikiran saya, bahwa mengapa para wanita tidak bisa menerima saja kodratnya sebagai seorang wanita? Kenapa harus ada gerakan menuntut persamaan hak, kenapa harus ada menteri khusus untuk wanita, harus ada jurusan khusus yang mempelajari wnaita sebagai objek, apakah ini bukannya malah pelecehan terhadap wanita itu sendirir?
Tapi menurut seorang teman saya yang cukup aktif sebagai aktifis, pada dasarnya memang ada pelecehan yang datang dari kaum Adam. Terkadang pelecehannya begitu halus sehingga tidak terasa sebagai pelecehan bagi wanita yg bukan aktivis. Dan ini terjadi akibat kultur menahun yang sangat male dominated. Itu katanya.
Tapi saya sebagai wanita bingung, jika suatu saat saya duduk berdesak-desakan di bis yang penuh dan tidak satupun pria kuat dan gagah yg menawarkan kursinya. Saya tetap terharu bila suami membukakan pintu mobil untuk saya. Walaupun saya juga kesal meliat seorang bapak yg berjalan beberapa langkah didepan istrinya yg sibuk menggendong anak sambil terseok-seok, atau saya pun akan ikut protes jika ternyata tidak punya hak pilih hanya karena saya seorang perempuan?
Lalu apa dong feminis itu? Akhirnya teman saya menjelaskan mencoba dengan sesimple mungkin. Dia bilang, Seorang ayah yang selalu mendorong putrinya untuk memperoleh pendidikan yang tinggi pun menjadi seorang pro feminis. Seorang teman yang mengajarkan anak laki-lakinya untuk menghormati wanita adalah seorang feminis. Intinya, bila kita sudah memiliki pola pikir bahwa perempuan dan laki-laki punya kesempatan yang sama dalam hidup, maka kita sudah menjadi seorang feminis. Boleh setuju, tidak pun tak apa.
Buat saya, seorang perempuan baru benar-benar disebut perempuan karena ada makhluk yang bernama lelaki, dan begitu juga sebaliknya.
|
1 Comments:
Menarik, tapi jadi panjang.. karena klo ngomongin ISME emang bakalan jadi panjang... intepretasi bisa berjuta2.. hehehehehe... Tapi setuju kok... apa sih yang diributin orang2 yang ngakunya feminis?? Perempuan2 yang ngakunya feminis?? Kok ngga ada maskulinisme ya??? hehehehe
Kita sendiri, perempuan sendiri yang harus berdiri sejajar, karena Allah tidak menciptakan laki2 dan perempuan, satu lebih rendah dari lainnya, tapi sama dan sejajar dalam hal kewajiban dan hak.. kalo orang teriak2 AKU FEMINIS sama aja dia minta diberi "jatah" supaya bisa sejajar dong... sama aja selama ini dia merasa ngga sejajar dengan laki2 dong... hehehehee.. ngga pede gitu... Kesannya "riya'".. supaya dilihat orang... Yang penting adalah kerja, kerja, kerja, baik kerja di rumah atau di luar rumah, niatnya kerja juga demi Allah...
Post a Comment
<< Home