Beberapa tahun yang lalu, kalo gak salah sekitar Januari 2000, aku punya seorang bos - cewek, jutek, but smart and she can be very kindhearted when she wants to hehe..(kalo someday she reads this..halo mb Anti ;-)
Dia pernah bilang..kalo aku bisa bagusss banget ngerjain suatu task, suatu pekerjaan, asal..one at a time. Jadi katanya, aku bukan orang yang bisa mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus.
Sampai beberapa kali proyek kantor yang aku tangani sekaligus ternyata cukup mengecewakan. And then she said it, ”Lo tuh bagusnya ngerjain satu hal aja Nad, bisa bagusss banget, tapi kalo sampe dua atau lebih, kacau!”.
In a way..she ask me to choose…
Nggak tahu kenapa…kata-kata itu melekat banget di aku. Karena somehow, it feels right though I hate to admit it ugh…
Anyways, kita pindah story dulu ya. Juni 2000 tepatnya hari Jum’at tanggal 18, aku akhirnya nikah..(akhirnya - soalnya pacarannya udah delapan tahun nih keburu basi hehe!)..with my highschool-sempet-putus-nyambung-beribu-kali-sweetheart.
Bulan depannya, kita honeymoony ke tanjung lesung (gratis krn ada task dr kantor baru ku)..a week after that, will be my last day jalan-jalan keluar rumah for the next 4,5 months..karena aku langsung hamil dan muntah-muntah berat! Singkat cerita..selama hamil dan melahirkan..dan kemudian ‘membesarkan’ Isya selama dua tahun pertama..aku ‘hanya’ bekerja sebagai freelance everything!
Freelance dubber (which I actually enjoy, fast money bo)..freelance journalist for a sporean website (pays in dollar..cring..criing..)..Aku mencoba buat antar jemput buat anak sekolah diseputaran bintaro (just nice, cuma punya satu mobil tapi jadi bisa punya supir on the weekend)..tapi nggak diseriusin banget juga soalnya (males sejujurnya)…
Satu hal yang ternyata aku nggak bisa freelance…Being a wife and a mother who stays at home.
Kadang ada loh saat yang aku seperti terdiam karena mengingat..this was not what I had in mind..waktu kecil dulu aku inget, selalu put on my mom’s lipstick and shoes and taking that fancy handbag..and I will play pretend I’m a career woman..Going to meeting…hangout in cafes afterwork hehe…
Pernah beberapa kali ngomong ini ke sumiku..and he said, “kalo emang kamu bisa ninggalin isya sama babysitter, ya silahkan”.
How true.. He knows…aku nggak bisa ninggalin Isya (waktu itu baru punya Isya)…Jangankan punya babysitter..kalo nitipin isya ke mamaku aja, mama sampe bosen ditelponin tiap jam hahaha…
One day..my 2 years old Isya ngeliat ke mataku..trus dia seperti mencari sesuatu..aku tanya,”kenapa Sya?”…and then she said, ”Ada isya di mata mama”…Ya Allah…that’s when I knew…I’ve always wanted to be a stay-home-mom but never knew…
Saat itu anugerah Allah yang ngasih aku berbagai ‘fasilitas’ sebagai seorang ibu yang bisa mengurus anak di rumah sekaligus bekerja dari rumah untuk membantu suami baru terasa sebagai anugerah yang yang luar biasa…yang kemudian aku tau, banyak diantara temanku yang menginginkan hal yang sama namun karena keadaan, belum bisa melakukannya.
Kehilangan calon bayiku di tahun 2004 awal…dan kemudian dianugerahi Ayya setahun kemudian..it’s all a miracle…corny, but true ;-) anugerah Allah buat aku dan suamiku.
Jadi keinget lagi sama kata-kata my-ex-boss, “Lo tuh bagusnya ngerjain satu hal aja Nad, bisa bagusss banget, tapi kalo sampe dua atau lebih, kacau!”.
(Sigh….)
Thank God..I don’t have to choose insyaAllah, tapi Allah sendiri yang udah memilihkan jalan hidup ini buatku. But if one day, aku dikasih lagi pilihan untuk berkarir diluar rumah tapi dengan harus memilih hal-hal seperti: nggak memandikan isya sebelum dia sekolah, harus memberis susu formula buat ayya (padahal janjiku ngasih asi insyaAllah sampai umur 2 tahun)..nggak nyiapin bekal buat my hubby.. buatku itu seperti pilihan: myself or my family? then I will choose Myself. Karena turns out, myself is about ferri, isya and ayya...insyaAllah. |
0 Comments:
Post a Comment
<< Home