Beberapa waktu yang lalu saya menyaksikan Phil McGraw -- seorang ahli konsultasi keluarga atau semacamnya -- yang sedang tampil menjadi tamu dalam talkshownya Oprah Winfrey. Beliau ini terkenal sebagai orang yang “keras” sekali dalam masalah relationship suami dan istri. Tidak ada sama sekali kelembutan dokter Boyke saat memberikan konsultasi perkawinan.
Saat itu, McGraw berbicara tentang beberapa mitos perkawinan yang sudah ada sejak lama namun ternyata hal ini tidak lagi sesuai di jaman sekarang dan membuat angka perceraian menjadi begitu tinggi -- di Amerika.
Salah satu dari mitos yang sudah out of date tersebut adalah, “ See things through your partner eyes”. Hmm, cukup kaget saya mendengarnya. Selama ini, mitos inilah justru yang saya pikir membantu perjalanan hidup saya bersama suami yang walaupun baru menikah insyaAllah hampir lima tahun Alhamdulillah, tapi telah mengenal sejak delapan tahun sebelumnya.
Menurut McGraw, tidak ada yang namanya “mencoba melihat hal-hal dari sudut pandang pasangan anda”.
Percuma.
Karena bagaimanapun juga pasangan kita adalah orang yang berbeda sama sekali dengan diri kita sendiri, bagaimanapun banyaknya kesukaan atau kemiripan kita berdua.
Apabila terjadi perbedaan dalam melihat sesuatu maka hal tersimple yang bisa kita lakukan untuk menghindari pertengkaran atau sesuatu yang membuat pusing kepala adalah…se simple dengan mencoba untuk diam, dan mencoba untuk mengerti bahwa itulah pasangan anda, dan bukan mencoba mengerti mengapa pendapatnya seperti itu dan bukan seperti pendapat kita, yang rasanya lebih benar.
Pertama saya semakin bingung, tapi…lama kelamaan hal ini menjadi masuk akal. Dan akhirnya, pada saat saya dan suami menemui perbedaan pendapat untuk kesekian kalinya, saya pun akhirnya bisa tersenyum sambil berkata dalam hati. Oke..kata saya pada diri Sendiri -- memang begitulah pendapatnya, doesn’t mean that he’s right though…or doesn’t mean I’m right. Tapi inilah kami.
Rasanya segala sesuatu justru menjadi lebih masuk akal, karena sekarang saya tidak perlu lagi berpikir keras kenapa pendapatnya begitu atau begini…sampai akhirnya saya stress sendiri karena merasa saya yang tidak pengertian.
Ahh, akhirnya…ada juga pembenaran terhadap perasaan saya bahwa sayalah yang paling benar namun anehnya, justru kini menjadi lebih mudah bagi saya untuk tetap bisa menghargai pendapat pria yang saya nikahi ini, dan terkadang…saya pun terkaget-kaget sendiri karena kini lebih mudah menyadari bahwa ternyata…pendapatnya benar?! |
0 Comments:
Post a Comment
<< Home