Bukan cuma karena AC yang kayaknya minus sekian derajat Tapi karena jantung ini dag dig dug nggak karuan
Badan gemetar uncontrollable
Sedikit feel embarassed
Lagian, kenapa juga sih baju operasi musti bolong belakang gitu (at this time, green is really not my favorite colour)
Menegang
Saat musti pindah dari tempat tidur dorong Keatas tempat tidur memanjang ditengah ruangan serba putih
Kabel-kabel mulai dipasang Di jantung Di tangan Di kaki (I think)
Anaestesi disuntikkan di punggung..nyeri.. Kesemutan sedikit
Kesemutan banyak
Makin banyak...
oh shoot...I can't feel my legs!
Silau Lampu besar itu tepat berada diatasku But I can't cover my eyes with my hands karena both of them Sekarang dalam keadaan dibentangkan dan diikat!
Masih - sangat - dingin
Berusaha tetap tenang melirik kearah monitor jantung.. there were beats Good, I think I'm okay (mental image: what if..this is what we'll feel laying down on our maqam?) Awake..tapi nggak bisa ngapa2in..
Istighfar..istighfar... Mulai komat kamit ayat kursi..
Badan kerasa digoyang kesana kemari Tapi I still can't move anything Ngantuk..
tiba-tiba Suamiku bertakbir Diikuti suara tangisan bayi Diikuti ucapan selamat dari dokterku yang ganteng (loh?)
Sekarang aku ingin tidur aja Karena ingin cepat-cepat melupakan Bahwa aku masih tidak bisa merasakan separuh badan kebawah
Takut sekaligus bersyukur bahwa Allah baru saja memberikan gambaran ketidakberdayaan seorang aku dihadapanNya.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home