The Hunny Bunnies!
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
The Girls Room
Jeng Nad's
Fashion Corner!
today's outfit
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
The Neighbourhood
Bau susu, Bau dapur, Dasteran, Rambut kusut tak tersisir, Sedikit strechmark di perut, & banyak di paha, hiks Begadang nunggu suami lembur, Teriak-teriak nyuapin makan, Nyuri-nyuri waktu untuk menulis, Menutup transaksi bisnis via internet, Sambil deg-degan, takut ketiduran karena cape' .......... Aaah...Me & my everyday life, Loving it, Alhamdulillah ;-)

BundaInBiz
Tuesday, May 17, 2005
Lebih Mudah Menjadi Work-At-Home-Mom?
Betulkah bekerja dari rumah lebih gampang? Hmm..biar saya ceritakan beberapa pengalaman pribadi.

Saat saya sedang mengerjakan sebuah proyek yang butuh konsentrasi dalam perencanaan atau membuat detail pengumpulan poin para downline saya tiba-tiba anak saya yang berumur 4 bulan menangis seperti kesakitan. Ternyata kakaknya yang berumur 4 tahun sedang menunjukkan rasa sayang yang luar biasa dengan menarik rambutnya! Alasannya? “Ada kotoran di rambut adek” (hiks).

Nah kalau sudah begini, otomatis saya harus mendiamkan dulu si kecil dengan memberikan ASI – biasanya memakan waktu 15 sampai 20 menit. Kegiatan ini disambi juga dengan berusaha memberikan petuah-petuah pada si kakak tentang perbuatannya yang “salah” namun memiliki niat yang benar (berargumen dengan seorang balita adalah pekerjaan yang luar biasa memeras pikiran untuk mencari logika yang bisa diterimanya!).

Tidak lama, saya belum bisa kembali ke pekerjaan karena si kakak pun berteriak ingin ke kamar mandi…setelah sepuluh menit berlalu, asisten di rumah datang memberitahu bahwa mesin cuci rusak! Selama duapuluh menit berikutnya saya mencoba menjadi mekanik (namun gagal) disusul dengan menjadi juru masak rumah tangga karena suami sebentar lagi harus berangkat kerja dan saya lebih senang menyiapkan sendiri bekalnya.

Tidak terasa, satu jam telah berlalu sejak saya meninggalkan komputer. Ide-ide yang tadinya ada di kepala seperti mengikuti kemana saya pergi dan apapun yang saya kerjakan. Namun, mulai ada perasaan malas dan capek yang menyerang.

Yah beginilah sehari-harinya. Konsekuensi yang harus saya terima karena memutuskan untuk menjadi stay-home-mom dan work-at-home-mom. Berbagai artikel tentang manajemen waktu dan pengalaman bekerja di rumah saya search di internet sambil berbagi pengalaman bersama para stay-home-mom lainnya.

Kesimpulan yang kemudian saya tarik sendiri adalah, bekerja di rumah sama menantangnya dengan bekerja kantoran.

Selama ini saya mencoba membuat planning seperti menyusun rencana kerja, kapan menyuapi si kakak, jadwal menyusui si kecil…menentukan jam-jam bekerja di rumah dimana saya tidak dapat diganggu gugat. Namun para ibu bekerja dari rumah lainnya akan mengatakan hal yang sama: tidak berhasil.

Jadi apa yang harus saya lakukan?

Pilihan yang paling tepat untuk saya sendiri ternyata adalah biarkan saja bekerja sesuai ritme seorang ibu rumah tangga. Kalaupun ide-ide saya terganggu dengan tangisan si kakak yang terjatuh atau kesibukan menyiapkan bekal suami, ini adalah pilihan saya. Karena sebetulnya masih begitu banyak benefit yang yang saya dapatkan dengan pilihan ini (bukan berarti saya tidak pernah mengeluh atau emosi...wahh…”ibuuuuuu jugaaaa manusiaaaaa!”)

Saat ini yang bisa saya lakukan adalah bersyukur bahwa saya masih bisa memilih untuk bekerja dari rumah dan memanfaatkan sebisa mungkin waktu yang saya miliki (Bos saya di kantor yang dulu mungkin akan pingsan mengetahui ada orang yang bekerja tanpa working hours yang jelas).

Tapi jika memang saya harus bekerja jam dua pagi maka itu yang akan saya lakukan. Yang penting, Editor-in-chief saya di Singapore sudah menerima hasil translation pada saat Ia membuka emailnya pada pagi hari berikutnya.

Jika memang pekerjaan mengetik saya harus terganggu karena kewajiban menyusui si adek atau berbagi komputer dengan si kakak yang ingin main nickjr.com, maka insyaAllah itu yang akan saya jabani.

Sebuah artikel berjudul WAHM-Family Strategy (yang menjadi inspirasi tulisan ini) ditulis oleh Shannon Emmanuel disebuah situs ibu bekerja dari rumah; menyebutkan bahwa yang terbaik bagi seorang ibu yang bekerja dari rumah untuk menuangkan ide-idenya adalah dengan membuat blocking time pekerjaan alias setiap kesempatan untuk duduk di depan komputer lakukan hanya satu macam pekerjaan.

Apakah itu untuk menjawab email-email termasuk email para downline atau calon klien, untuk mengupdate blog, blogwalking atau untuk (belajar) membuat artikel.

Intinya, setiap pekerjaan dilakukan dengan konsentrasi mengingat banyaknya interupsi-interupsi yang akan muncul. Sehingga pikiran akan tidak (banyak) terpecah.

Waktu lain yang bisa dimanfaatkan adalah saat menunggui si kakak sekolah. Kebetulan saya memilih untuk menunggu di sekolah bersama ibu-ibu lainnya (bisa jadi sarana networking yang bagus bila dimanfaatkan) atau saat sedang sepi, menunggu di mobil sambil menuliskan ide-ide yang terfikir saat itu (idealnya sih di laptop, sayang saya belum punya, sehingga pensil dan buku kecil pun sudah mencukupi).

Satu lagi yang saya rasakan berguna dalam hal memaksimalkan pemanfaatan waktu yaitu mengeprint artikel-artikel atau tulisan-tulisan di internet yang menjadi sumber inspirasi, bahan bacaan atau tutorial html misalnya. Print-an inilah yang menjadi bagian mencuri-curi ilmu sambil menemani anak-anak tidur atau menemani suami nonton DVD (nggak lama, karena biasanya suami saya yang akan tertidur duluan).

Yah inilah teorinya. Shannon pun mengakui bahwa ini bukan hal yang mudah (seperti juga yang akhirnya saya rasakan). Namun kali ini saya juga menerapkan ilmu suami saya yaitu belajar untuk ikhlas dan menikmati apa yang dijalankan saat ini. Karena buat saya, bekerja dari rumah adalah sebuah pilihan pribadi yang telah saya putuskan dan Alhamdulillah mendapatkan jalan untuk melakukannya. Reward yang saya dapatkan adalah saat saya menjadi orang pertama yang mendengar kata pertama si kecil atau menerima pujian masakan dari suami (tentunya sambil melihat pay check bulanan atau laporan bonus dari para downline ;-)
written for BundaInBiz
posted by Isya & Ayya 7:20 PM  

0 Comments:

Post a Comment

<< Home


Home
The Grown Up Room




BlogFam Community

The Hellos ;-)
Name :
Web URL :
Message :